Daphnia, khususnya Daphnia pulex, merupakan salah satu organisme akuatik yang paling umum dan memiliki adaptasi ekologis yang menakjubkan. Baik di danau berwarna putih susu di Amerika Utara maupun kolam hijau di Australia, warna Daphnia berubah seiring dengan kualitas air dan status nutrisi yang berbeda, yang akan menjadi topik penting dalam penelitian ekologi.
D. pulex merupakan krustasea kecil yang struktur tubuhnya mungkin sulit dibedakan, tetapi memiliki ciri-ciri tentakel dan anatomi yang unik. Dibandingkan dengan organisme akuatik lainnya, D. pulex memiliki kepala beruas enam dan dua pasang tentakel. Sepasang tentakel kedua berkembang secara khusus, menjadi alat renang yang kuat.
Variasi warna D. pulex terutama terkait dengan status nutrisi perairan tempat ia hidup. Menurut studi ekologi, D. pulex tampak hampir transparan di danau oligotrofik, sementara di perairan yang terlalu eutrofik, warnanya berubah menjadi merah terang karena produksi hemoglobin.
"Status gizi dan tingkat cahaya di badan air berdampak langsung pada warna dan pertumbuhan D. pulex."
D. pulex juga berfungsi sebagai sumber makanan bagi berbagai predator. Tekanan predator ini tidak hanya memengaruhi ekologi populasinya, tetapi juga mendorong evolusi fenotipenya. Daphnia yang lebih besar cenderung hidup berdampingan dengan predator invertebrata karena mereka lebih rentan terhadap pemangsaan vertebrata, sementara Daphnia yang lebih kecil beradaptasi dengan keberadaan predator vertebrata.
Keseimbangan gizi di lingkungan juga merupakan faktor utama yang memengaruhi D. pulex. Ketika nutrisi kurang dalam air, hal itu tidak hanya mengurangi ukuran tubuh dan laju pertumbuhan Daphnia, tetapi bahkan dapat memengaruhi interaksinya dengan predator.
"Di kolam yang dinaungi pepohonan, D. pulex mengalami peningkatan konsentrasi nutrisi relatif terhadap karbon, yang menyebabkan peningkatan ukuran tubuhnya."
D. pulex juga merupakan spesies penting dalam penelitian genomik. Ia merupakan krustasea pertama yang diurutkan, dan genomnya mengandung 31.000 gen, jauh lebih banyak daripada 23.000 hingga 25.000 gen dalam genom manusia. Struktur genom seperti itu tidak hanya sangat efisien, tetapi juga merupakan kombinasi gen kunci untuk adaptasi lingkungan. Perubahan ekspresi gen-gen ini sebagai respons terhadap perubahan lingkungan menjelaskan bagaimana D. pulex bertahan hidup di habitat yang berbeda.
D. pulex memiliki berbagai cara reproduksi, termasuk partenogenesis siklikal dan partenogenesis obligat. Perubahan cara reproduksi ini memungkinkan D. pulex beradaptasi secara fleksibel untuk bertahan hidup saat lingkungan berubah.
KesimpulanSebagai kesimpulan, Daphnia pulex adalah organisme yang dapat beradaptasi dengan berbagai jenis perairan, dan perubahan warnanya bukan hanya strategi bertahan hidup, tetapi juga mikrokosmos interaksi ekosistem. Karena makhluk ini bereproduksi dalam siklus dan cepat beradaptasi dengan perubahan lingkungan, kita bertanya-tanya: ketika perubahan lingkungan di masa depan memberi lebih banyak tekanan pada organisme, bagaimana organisme akuatik kecil ini akan merespons?