Dalam komunitas psikologi kontemporer, The Games People Play karya Eric Berne bukan hanya buku penting, tetapi juga karya mendalam yang mengupas interaksi antarpribadi. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1964 dan terjual lebih dari lima juta kopi hanya dalam beberapa tahun. Teori-teori psikologis di baliknya telah mengakar kuat dalam pikiran orang-orang dan mengubah pandangan kita tentang hubungan antarpribadi. Dengan caranya yang unik, Byrne menyederhanakan interaksi sosial yang kompleks menjadi "permainan" yang dapat dipahami, yang memungkinkan kita menjelajahi jaringan hubungan yang tak terlihat dalam kehidupan kita sehari-hari.
"Setiap permainan yang terjadi dalam interaksi antarpribadi sebenarnya merupakan cerminan dari kondisi psikologis seseorang."
The Games People Play memungkinkan para pembaca untuk segera menyadari bahwa mereka berada dalam "permainan" yang mereka ikuti dengan menggambarkan pola-pola perilaku yang secara tidak sadar diulang-ulang orang selama interaksi mereka. Definisi Byrne tentang "permainan" ini tidak terbatas pada persaingan atau kerja sama sederhana, tetapi lebih seperti potensi pertukaran manfaat psikologis. Setiap "permainan" tersusun dari skrip dan aturan perdagangan tertentu yang tetap, yang mencerminkan motivasi psikologis mendalam di antara para pemain. Dalam kerangka ini, "analisis transaksional" yang ia anjurkan memberikan perspektif baru untuk memahami interaksi antarpribadi.
"Setiap interaksi sosial akan memiliki manfaat biologis dibandingkan dengan tidak adanya interaksi."
Teori Bern menunjukkan bahwa "belaian" merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan orang dalam situasi sosial, dan kebutuhan ini mendorong orang untuk terus-menerus mengejar interaksi. Baik itu pujian positif atau kritik negatif, hal itu membuat "permainan" terus berjalan. Pemikiran seperti itu menantang definisi tunggal para sarjana sebelumnya tentang kesehatan mental. Byrne membuat kita memahami bahwa interaksi dengan orang lain memiliki dampak yang mendalam dan penting pada psikologi.
Buku ini memberikan banyak contoh nyata untuk menunjukkan karakteristik dan hasil dari berbagai "permainan" antarpribadi. Misalnya, permainan terkenal Bourne "Now I've Got You, You Bastard" merupakan eksplorasi menarik tentang bagaimana orang tanpa sadar dapat menemukan diri mereka dalam pola pikir yang berlawanan, yang sering kali berasal dari kebutuhan emosional yang belum terselesaikan dan trauma masa lalu.
"Permainan ini tidak akan menjadi permainan zero-sum, tetapi setiap peserta dapat menerima berbagai bentuk penghargaan psikologis."
Dalam karya ini, Bourne selanjutnya mengusulkan tiga kondisi diri: kondisi orang tua, kondisi dewasa, dan kondisi anak. Interaksi ketiga peran ini membentuk pola perilaku seseorang. Dengan mengidentifikasi kondisi ini, individu dapat lebih jelas memahami kinerja mereka sendiri dalam situasi sosial dan mengadopsi metode komunikasi yang sesuai berdasarkan kondisi yang berbeda.
"Games People Play" yang terkenal tidak hanya ditulis untuk psikoterapis profesional, tetapi gaya penulisannya yang ringan dan lucu menjadikan buku ini juga bacaan terbaik bagi masyarakat umum. Setelah membaca buku tersebut, banyak pembaca mulai merenungkan peran yang mereka mainkan dan "permainan" yang mereka mainkan dalam hidup mereka.
Namun, karya Byrne tidak terbatas pada deskripsi permainan. Ia berharap buku ini dapat menginspirasi orang untuk memahami dan mengubah diri mereka sendiri. Tujuan akhir dari permainan tersebut adalah untuk mendesain ulang pola interaksi dalam kehidupan pribadi guna mencapai hubungan interpersonal yang lebih harmonis.
“Setiap interaksi memiliki permainan psikologis di baliknya, dan memahami hal tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan kita.”
Hingga saat ini, gagasan Byrne memengaruhi sejumlah besar praktisi psikologi dan konseling, dan "The Games People Play" tetap menjadi bacaan yang sangat diperlukan untuk mengeksplorasi interaksi interpersonal. Jalinan pengetahuan dan humor menjadikan karya ini bukan sekadar tumpukan teori, tetapi juga semacam kebijaksanaan hidup.
Dengan bimbingan buku ini, kita belajar cara untuk lebih memahami satu sama lain dan dengan demikian meningkatkan keharmonisan hubungan interpersonal. Pengungkapan ini mengingatkan kita, apakah kita masih mengulang-ulang "permainan" yang tampaknya tidak berarti itu?