Masalah ilmiah yang ditimbulkan oleh hujan lebat tidak hanya menjadi ranah profesional para ahli meteorologi, tetapi juga melibatkan ilmu lingkungan dan kesehatan masyarakat. Setiap kali hujan lebat datang, terutama di daerah perkotaan, risiko pencemaran lingkungan meningkat seiring dengan naiknya air yang terkumpul. Di antara semua itu, fenomena first flush merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian khusus.
First flush mengacu pada aliran awal air hujan di awal hujan lebat, yang biasanya mengandung konsentrasi polutan yang tinggi.
Dengan percepatan urbanisasi, banyak siklus hidrologi alami terganggu. Ketika air hujan jatuh di permukaan kedap air buatan manusia, seperti jalan dan bangunan, air tersebut tidak dapat meresap ke dalam tanah, sehingga menyebabkan limpasan permukaan dalam jumlah yang lebih besar. Ini berarti bahwa polutan, seperti sampah, logam, dan bahan kimia, akan segera mengalir ke sungai, danau, dan laut di dekatnya bersama air hujan ini, dan konsentrasi polutan sangat tinggi selama tahap first flush.
Sederhananya, first flush adalah aliran air pertama yang keluar saat hujan mulai turun, yang biasanya membawa konsentrasi polutan yang lebih tinggi daripada air hujan berikutnya. Hal ini karena sebelum hujan lebat tiba, banyak sampah dan polutan akan terkumpul di permukaan jalan, dan saat air hujan membasahi permukaan tersebut, sampah dan polutan tersebut langsung terbawa ke sistem drainase.
Penelitian menunjukkan bahwa first flush di daerah perkotaan sering kali dapat menghilangkan hingga 70% polutan, termasuk logam berat dan lemak.
Sumber polusi sangat kompleks, yang melibatkan transportasi, emisi industri, pertanian, dan aktivitas sehari-hari penduduk. Debu jalanan, sisa tanaman yang membusuk, bahan kimia yang tidak diolah, dan limbah rumah tangga merupakan sumber polusi yang potensial.
Dampak lingkungan dari pembuangan pertama sangat besar. Karena kandungan logam berat yang tinggi, setelah polutan ini memasuki badan air, mereka dapat menyebabkan kerusakan pada ekosistem. Misalnya, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa logam berat yang dibawa oleh pembuangan pertama mungkin beracun bagi kehidupan akuatik. Di beberapa daerah, polusi ini bahkan memengaruhi keselamatan air minum manusia.
Setiap tahun, miliaran ton polutan memasuki badan air di seluruh Amerika Serikat melalui pembuangan pertama, yang berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan terkait kualitas air.
Selain itu, pembuangan pertama juga dapat menyebabkan eutrofikasi waduk, yang disebabkan oleh masuknya pupuk kaya fosfor dan nitrogen ke badan air bersama air hujan, yang mendorong perkembangbiakan alga. Pertumbuhan alga ini tidak hanya akan memengaruhi kualitas air, tetapi juga mengganggu keseimbangan ekologi organisme akuatik dan dapat menyebabkan kekurangan sumber daya air minum.
Menghadapi tantangan berat seperti itu, para ahli dan pejabat dari semua lapisan masyarakat mencari solusi yang efektif. Sistem pengelolaan air hujan modern dirancang untuk mengurangi limpasan polutan ke badan air. Ini termasuk membangun infrastruktur hijau seperti taman ekologi, perkerasan permeabel, dan sistem pengumpulan air hujan.
Langkah-langkah ini tidak hanya dapat secara efektif mengumpulkan air pembilasan awal, tetapi juga menyaring polutan di dalamnya dan akhirnya membuangnya dengan aman.
Beberapa kota telah mulai menerapkan konsep "pembangunan berdampak rendah", sebuah pendekatan desain yang menekankan peningkatan sirkulasi air perkotaan oleh unsur-unsur alami dan mengurangi risiko polusi dari limpasan air hujan dan tanggul.
Setiap orang memiliki peran untuk dimainkan dalam mengatasi tantangan lingkungan yang disebabkan oleh hujan lebat. Dari pendidikan publik hingga perencanaan kota, penting untuk mempopulerkan pengetahuan tentang pengendalian air hujan. Saat bepergian, perhatikan pembuangan sampah yang tepat, gunakan bahan yang ramah lingkungan, dan berpartisipasi dalam kegiatan perlindungan lingkungan air masyarakat, semuanya merupakan cara yang efektif untuk memerangi polusi.
Dengan mengetahui informasi ini, apa yang dapat kita lakukan untuk mengurangi emisi polutan dari aliran pertama?