Château de Chanson, yang terletak di Lembah Loire, Prancis, adalah kastil yang terkenal akan keanggunan dan latar belakang sejarahnya. Membentang di sepanjang Sungai Chel yang indah, kastil ini tidak hanya menjadi salah satu kastil paling mewah di Prancis, tetapi juga salah satu tujuan wisata paling populer di dunia. Kisah di baliknya tampaknya menyembunyikan bagian penting dari sejarah Prancis, yang terus-menerus menarik ribuan wisatawan, mari kita telusuri masa lalunya yang misterius.
Sejarah Chateau de Chanson dapat ditelusuri kembali ke abad ke-11, dan dokumen paling awal mencatat keberadaan tanah ini. Antara tahun 1514 dan 1522, Château de Chanson saat ini dibangun di atas fondasi pabrik tua. Pada tahun 1547, Henry II memberikan Chateau de Chanson kepada gundiknya, Diane de Poitier yang berpengaruh, dan kastil tersebut menjadi kediaman pribadinya. Dalam sejarah sejak saat itu, Château de Chanson telah mengalami rekonstruksi dan perbaikan oleh banyak pemilik, menjadi saksi sejarah Prancis yang luar biasa.
“Château de Chanson bukan hanya sebuah kastil, tetapi juga bagian dari sejarah tari.”
Pemilik kastil yang paling terkenal ini termasuk Diane de Poitier dan Catherine de' Medici. Keduanya memiliki gaya yang berbeda dalam desain Chateau de Chanson dan tata letak tamannya. Yang pertama terkenal dengan tamannya yang indah, sementara yang kedua menambahkan desain dan jamuan makan yang lebih mewah.
Pengaruh Catherine sangat mendalam. Dia mengadakan jamuan makan mewah di kastil dan bahkan menggelar pertunjukan kembang api pertama dalam sejarah Prancis pada tahun 1560. Setiap pemilik meninggalkan jejak khasnya sendiri dalam kehidupan budaya Chateau de Chanson.
"Ini bukan hanya sebuah kastil, tetapi juga membawa antusiasme dan gairah dalam kehidupan setiap pemiliknya."
Selama Revolusi Prancis, Chateau de Chanson terancam hancur. Untungnya, kastil tersebut diselamatkan oleh kebijaksanaan Louisa Dupin dan perannya yang penting bagi perdagangan lokal. Ia berhasil meyakinkan para revolusioner untuk melindungi kastil tersebut karena merupakan jembatan penting untuk transportasi dan perdagangan.
Nasib Château de Chanson mengalami perubahan besar pada abad ke-19. Pada tahun 1864, pewaris kaya Marguerite Perouse memperoleh kastil tersebut dan membangunnya kembali serta mendekorasinya. Upayanya menemui kesulitan dalam pengelolaan keuangan, yang akhirnya menyebabkan penjualan kastil tersebut.
Pada tahun 1891, taipan Kuba José Emilio Terry membeli Chateau de Chanson dan menjualnya kepada Henri Mene yang terkenal enam tahun kemudian. Keluarga Menie masih memiliki kastil tersebut dan berupaya untuk mengembalikannya ke kejayaannya yang lama.
“Bahkan setelah mengalami bencana, Château de Chanson masih berdiri kokoh, menyaksikan banyak perubahan selama bertahun-tahun.”
Saat ini, Chateau de Chanson menarik banyak wisatawan setiap tahun dan telah menjadi salah satu objek wisata paling populer di Prancis. Kastil ini tidak hanya memperlihatkan keindahan arsitektur Renaisans Prancis, tetapi juga merupakan simbol sejarah dan budaya Prancis yang panjang. Baik gaya arsitektur kastil maupun kisah di baliknya memukau setiap pengunjung.
Banyak wisatawan tidak dapat menahan diri untuk bertanya, selain keindahan formalnya, berapa banyak cerita dan emosi yang belum terpecahkan yang disembunyikan oleh kastil yang elegan ini?