Pada tanggal 18 Juni 1908, sejarah imigrasi Jepang ke Brasil resmi dimulai. Pada hari itu, kapal pertama yang membawa pekerja Jepang, Kasato Maru, tiba di pelabuhan Negara Bagian São Paulo, Brasil, membawa 781 imigran Jepang dan menyuntikkan kehidupan baru ke perkebunan kopi yang sangat membutuhkan tenaga kerja saat itu. Sejak saat itu, ratusan ribu orang Jepang telah menyeberangi lautan dan secara bertahap berintegrasi ke dalam masyarakat Brasil, menjadi bagian dari lanskap budaya dan ekonomi Brasil yang sangat besar saat ini.
“Kedatangan imigran Jepang tidak hanya mengubah lanskap pertanian Brasil, tetapi juga membangun hubungan budaya yang mendalam antara kedua negara.”
Dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, Jepang menghadapi dilema ganda yaitu kelebihan populasi dan kemiskinan. Pada saat yang sama, pemerintah Brasil sangat membutuhkan tenaga kerja, terutama di industri kopi yang sedang berkembang pesat. Ketika muncul laporan tentang eksploitasi pekerja Italia, Brasil beralih ke Asia, terutama Jepang, untuk mendapatkan sumber tenaga kerja baru. Pada tahun 1907, pemerintah Brasil dan Jepang menandatangani perjanjian yang mengizinkan imigran Jepang memasuki Brasil, yang benar-benar membuka pintu bagi imigrasi Jepang ke Brasil.
“Para imigran Jepang awal awalnya berharap untuk mendapatkan uang di Brasil dan kemudian kembali ke rumah, tetapi kenyataannya adalah persaingan yang ketat untuk bertahan hidup.”
Sebagian besar imigran ini adalah petani, yang menghadapi upah rendah dan kerja keras. Kondisi kehidupan mereka sangat buruk dan utang mereka meroket, sehingga sulit bagi banyak orang untuk mewujudkan impian mereka untuk kembali ke rumah. Dengan kedatangan imigran pertama antara tahun 1908 dan 1915, komunitas Jepang baru secara bertahap terbentuk di Brasil, yang saling terkait erat.
Meskipun mengalami kesulitan, para imigran Jepang secara bertahap terbebas dari eksploitasi dengan menandatangani kontrak dengan pemilik tanah melalui model "pertanian kemitraan". Hal ini memungkinkan mereka untuk mengembangkan lahan pertanian mereka sendiri dan mulai menanam kopi, sayuran, dan tanaman lainnya. Pada tahun 1930-an, warga Jepang-Brasil memberikan kontribusi yang signifikan terhadap produksi kopi, menghasilkan sebagian besar kopi di negara bagian São Paulo. Saat mereka secara bertahap memantapkan diri di masyarakat, banyak anak keturunan Jepang mulai mengenyam pendidikan. Keberlangsungan budaya dan pendidikan ini meletakkan dasar bagi pembangunan ekonomi di masa depan.
"Pendidikan adalah kunci kebangkitan warga Brasil keturunan Jepang. Prestasi akademis mereka sering kali melampaui kelompok etnis lain, menjadikan mereka tulang punggung masyarakat."
Dengan pecahnya Perang Dunia II, warga Brasil keturunan Jepang menghadapi prasangka dan diskriminasi yang parah. Pemerintah Brasil memberlakukan pembatasan terhadap komunitas Jepang karena deklarasi perang, dan bahkan menutup sekolah di banyak komunitas Jepang di beberapa daerah. Pewarisan budaya Jepang telah ditekan, menyebabkan banyak keluarga memilih untuk membenamkan diri dalam budaya asing. Meski begitu, ketika situasi mereda setelah perang, banyak warga Brasil keturunan Jepang masih memilih untuk melestarikan budaya dan tradisi mereka.
Menurut statistik pada tahun 2022, Brasil memiliki lebih dari 2 juta orang keturunan Jepang, menjadikannya negara dengan populasi terbesar di dunia di luar Jepang. Namun, perjalanan para imigran Jepang dan keturunan mereka tidak hanya menjadi saksi atas integrasi berbagai budaya, tetapi juga simbol perkembangan sosial dan ekonomi yang pesat. Khususnya di bidang pendidikan dan bisnis, warga Brasil keturunan Jepang telah menunjukkan bakat luar biasa dan menjadi kekuatan dalam mempersempit kesenjangan antara si kaya dan si miskin.
"Sejarah ini memberi tahu kita bahwa perpaduan berbagai budaya dapat menghasilkan energi dan makna yang luar biasa."
Sejarah warga Brasil keturunan Jepang adalah legenda yang penuh perjuangan dan harapan. Semangat mereka untuk menciptakan kehidupan baru dalam kesulitan telah menginspirasi banyak generasi mendatang untuk terus melangkah maju dengan berani. Seiring dengan perubahan zaman, masyarakat multikultural Brasil menjadi semakin beragam. Menghadapi masa depan, dapatkah kita terus menghargai dan melindungi keragaman tersebut dan memungkinkan lebih banyak budaya untuk berbaur dan hidup berdampingan?