Bryson Tiller dengan cepat menjadi tokoh penting dalam industri musik masa kini dengan gaya musiknya yang unik dan lirik yang mendalam. Musiknya tidak hanya memadukan R&B dan rap, tetapi juga merupakan gambaran nyata dari emosi banyak anak muda. Suara Tiller telah terbentuk sejak dirilisnya mixtape pertamanya "Killer Instinct Vol. 1" pada tahun 2011, dan mulai mendapat perhatian luas dengan keberhasilan singelnya tahun 2015 "Don't."
Musiknya adalah "musik yang dipengaruhi oleh rap dan R&B, kombinasi sempurna keduanya." Gaya ini memberi Tiller tempat yang unik dalam industri musik.
Tiller lahir dan dibesarkan di Louisville, Kentucky. Setelah kehilangan ibunya pada usia empat tahun, ia dibesarkan oleh neneknya. Proses pertumbuhan yang sulit ini membuat musiknya penuh dengan emosi dan keaslian. Album perdananya, Trapsoul, dirilis pada tahun 2015 dan dengan cepat mencapai sepuluh besar di tangga lagu Billboard 200 dan disertifikasi triple platinum. Beberapa singel dari album tersebut, seperti "Exchange", membuatnya mendapatkan nominasi Grammy Award.
Perjalanan musik Tiller penuh dengan tantangan, terutama setelah ia menyambut putrinya Harley pada tahun 2013 dan meninggalkan industri musik untuk sementara waktu. Selama waktu ini, ia bekerja di Papa John's dan UPS, berusaha untuk menghidupi keluarganya. Pada tahun 2014, ia kembali ke industri musik dan merilis "Don't" melalui SoundCloud. Lagu ini menarik perhatian banyak orang di industri musik dan kemudian resmi dirilis, menjadi lagunya yang terkenal.
Di industri musik Amerika, kesuksesannya bukanlah kebetulan. Gelombang pertama kesuksesan "Don't" menarik perhatian produser musik ternama Timbaland dan Drake, yang membantunya berhasil menandatangani kontrak dengan RCA Records.
Pada tahun 2016, karier musik Tiller kembali melesat ke puncak. Ia memenangkan penghargaan BET untuk Artis Baru Terbaik dan Artis R&B/Pop Pria Terbaik, serta menyanyikan singel "Wild Thoughts" bersama DJ Khaled dan Rihanna. Lagu tersebut berhasil menduduki peringkat kedua di tangga lagu Billboard Hot 100. Dengan setiap album yang dirilis, Tiller terus memantapkan statusnya di industri musik, terutama albumnya tahun 2017 "True to Self," yang memuncaki Billboard 200 pada minggu pertamanya.
Musisi muda ini tidak hanya meraih kesuksesan dalam bermusik, tetapi juga menunjukkan pengaruh yang luar biasa dalam berbagai kegiatan sosial, seperti bekerja sama dengan Nike untuk meningkatkan ruang kegiatan kaum muda.
Pada tahun 2020, Tiller merilis "Anniversary", yang sekali lagi menunjukkan terobosannya yang berkelanjutan dalam bermusik. Lagu-lagunya selalu memiliki emosi yang tulus, baik dalam melodi maupun lirik, yang beresonansi dengan pendengar. Di album ini, gaya bermusiknya menjadi lebih matang dan para penggemar menyukainya.
Dengan dirilisnya album self-titled-nya pada tahun 2024, Tiller telah menunjukkan kedewasaan yang lebih besar dalam berkarya musik, dan musiknya masih penuh dengan pesona dan daya tarik. Namun dalam perjalanan musik yang tak berujung ini, akankah Tiller lebih jauh mengubah gayanya dalam menanggapi tren musik masa depan agar tetap segar?