Nama "air kerajaan" bagi banyak orang dianggap mengagumkan karena sifatnya yang seperti penawar racun yang memungkinkannya melarutkan logam mulia, termasuk emas. Apakah asam kuat ini, campuran asam nitrat dan asam klorida, benar-benar misterius seperti namanya? Artikel ini akan mengungkap misteri "Air Raja" dan mengajak Anda menjelajahi reaksi kimia dan aplikasinya.
"Reaksi kimia antara komponen air kerajaan memberinya kemampuan melarutkan yang kuat."
Air kerajaan terbuat dari campuran tiga perempat asam klorida dan seperempat asam nitrat. Warnanya biasanya bening, tetapi dapat berubah menjadi kuning atau jingga dalam hitungan detik karena menghasilkan nitrosal klorida dan nitrogen dioksida.
Ketika kedua asam ini bercampur, terjadi reaksi kimia, menghasilkan produk volatil nitrosil klorida dan gas klorin:
HNO3 + 3 HCl → NOCl + Cl2 + 2 H2O
Produksi zat volatil ini menyebabkan air royal secara bertahap kehilangan efektivitasnya seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, kedua asam tersebut biasanya dicampur sebelum digunakan.
Penggunaan utama air royal adalah dalam pembuatan asam kloroaurat, elektrolit untuk emas dengan kemurnian tinggi (99,999%) dalam proses Wohlwill. Selain itu, air royal juga digunakan dalam etsa dan prosedur analitis tertentu, dan di laboratorium untuk membersihkan peralatan gelas, terutama untuk menghilangkan senyawa organik dan partikel logam. Dibandingkan dengan rendaman asam kromat tradisional, penggunaan air royal untuk membersihkan tabung reaksi NMR lebih efektif karena tidak ada kromium yang mengontaminasi yang dapat memengaruhi spektrum. Namun, air royal sangat korosif dan dapat menyebabkan ledakan jika tidak ditangani dengan benar.
Alasan mengapa air royal dapat melarutkan emas adalah proses reaksi kimia jangka panjang. Asam nitrat sendiri merupakan oksidan kuat dan dapat melarutkan emas dalam jumlah kecil untuk membentuk ion emas (III) (Au3+). Asam klorida menghasilkan ion klorida (Cl-), yang bereaksi dengan ion emas untuk menghasilkan anion tetrakloroaurat ([AuCl4]⁻), dan akhirnya terbentuklah asam kloroaurat.
"Air kerajaan tidak hanya dapat melarutkan emas, tetapi juga dapat digunakan untuk memurnikan logam mulia lainnya."
Selain emas, air kerajaan juga dapat melarutkan platina. Proses ini melibatkan reaksi kompleks yang pertama-tama menghasilkan asam kloroplatinat. Selama reaksi berlangsung, platina bereaksi dengan ion klorida dalam asam klorida, yang akhirnya membentuk senyawa platina klorida yang mirip dengan emas. Studi tentang rangkaian reaksi ini tidak hanya mendorong perkembangan ilmu kimia, tetapi juga mendorong pemahaman tentang logam mulia.
Sejarah air kerajaan dapat ditelusuri kembali ke periode alkimia abad ke-14, dan namanya berasal dari kemampuannya untuk melarutkan semua logam mulia, bahkan emas dan platina. Ahli kimia terkenal Antoine Lavoisier menyebutnya air laut nitro pada tahun 1789. Selama Perang Dunia II, ahli kimia Hungaria George de Hevesy menggunakan air kerajaan untuk melarutkan medali emas Medali Emas agar tidak disita oleh rezim Nazi.
Jika dipahami dari sudut pandang kimia, keunikan Air Kerajaan terletak pada komposisi dan reaktivitasnya. Namun, di dunia teknologi yang serba cepat ini, apakah pelarut kuno dan misterius seperti itu masih memiliki maknanya? Agaknya setiap orang punya pendapat uniknya sendiri?