Archive | 2021

INTENSI KELUAR KERJA DITINJAU DARI THEORY OF PLANNED BEHAVIOR

 
 

Abstract


This study aimed to explore the formation process of employees’ intentions to leave viewed by Planned Behavior Theory during the Covid-19 Pandemic and to determine the factors that influence the formation of employees’ intentions to leave. The intention to leave work is how much encouragement an employee has to leave the company. Based on theory of planned behavior, intention was formed by indirect belief factor and direct belief factor. The components of indirect belief were behavioral belief, normative belief, and control belief. The components of direct belief were attitudes toward behavior, subjective norms, and perceived behavioral control. The research method used was mixed method design. This research consisted of 2 stages research. First study (study 1) aimed to determine the subject s understanding toward components of indirect belief that contributed to form intention. Second study (study 2) aimed to test the measurement model through Confirmatory Factor Analysis (CFA) and structural model theory of planned behavior in the form of a Goodness of Fit test. The measurement used was the ‘Lisrel’ program. The results showed that work leave intentions were influenced by attitudes toward behavior, subjective norms and behavior control. The dominant predictor of intention to leave was subjective norms. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses terbentuknya intensi keluar kerja ditinjau dari theory of planned behavior di masa pandemi Covid-19 dan mengetahui faktor yang mempengaruhi intensi karyawan keluar kerja. Intensi keluar kerja adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk keluar dari perusahaan. Menurut theory of planned behavior, intensi dipengaruhi oleh faktor keyakinan tidak langsung dan faktor keyakinan langsung. Komponen dalam keyakinan tidak langsung meliputi: keyakinan perilaku, keyakinan normatif, dan keyakinan kontrol. Komponen dalam keyakinan langsung meliputi: sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan kontrol perilaku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap. Tahap pertama (studi 1) bertujuan untuk menggali komponen-komponen pada keyakinan tidak langsung yang berperan dalam pembentukan intensi. Tahap kedua (studi 2) bertujuan untuk menguji model pengukuran melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan uji model struktural theory of planned behavior berupa uji kecocokan model ( Goodness of Fit ). Pengukuran yang digunakan menggunakan program Lisrel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensi kerja dipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku, norma subjektif dan kontrol perilaku. Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi intensi keluar kerja adalah norma subjektif.

Volume 9
Pages 41-61
DOI 10.14421/JPSI.V9I1.2087
Language English
Journal None

Full Text