Archive | 2019

EVALUASI KETAHANAN GEMPA RUMAH SEDERHANA DI KELURAHAN RUM, KOTA TIDORE KEPULAUAN

 
 

Abstract


ABSTRACT The aim of this study was to determine the level of resilience/ feasibility of simple houses on Rum Village against earhquakes. Simple house is restricted to building area of ≤ 70 m 2 . In this study, the simple houses that will be observe are grouped into four levels of feasibility consisting of: (1) very suitable; (2) quite suitable; (3) less suitable; and (4) unsuitable. The research was carried out on 28 July – 04 August 2019. The research was carried out through a survey of 35 simple houses in Rum Village, Tidore Kepulauan City, North Maluku Province. The sample of houses was chosen randomly and evenly based on the level of density of RT 1 – RT 13, with the exception of RT 10. From the results, it was found that 6 houses (17%) were categorized as very suitable for earthquake. Furthermore, 5 houses (12%) were classified as suitable, 21 houses (60%) were classified as less suitable, and 3 houses (8%) were classified as unsuitable. After the interview with the foreman, the number of houses that are less suitable for earthquakes is caused by there is no reinforcement concrete beam sloof as a lower structure. Lack of budget is a major factor that make sloof is not build on the simple houses. Therefore, recommendations were made to the relevant government in the Tidore Kepulauan City to provide housing construction subsidies in the form of budget/ building materials. In addition, the government can innovate alternative building materials as a substitute for reinforcement concrete which is cheaper but still strong enough. Keywords : earthquakres, houses, concrete ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketahanan/ kelayakan rumah tipe sederhana di Kelurahan Rum terhadap gempa bumi. Rumah sederhana dibatasi untuk tempat inggal dengan luas bangunan ≤ 70 m 2 . Dalam penelitian ini, rumah sederhana yang akan ditinjau dikelompokkan menjadi empat tingkatan kelayakan yang terdiri atas: 1) sangat cocok; 2) cukup cocok; 3) kurang cocok; dan 4) tidak cocok. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 juli – 04 agustus 2019. Penelitian dilakukan melalui survey terhadap 35 rumah sederhana di Kelurahan Rum, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Sampel rumah dipilih secara acak dan merata berdasarkan tingkat kepadatan dari RT 1 –RT 13, terkecuali RT 10. Dari hasil analisis survey, diketahui bahwa 6 rumah (17 %) masuk kategori sangat cocok ketahanannya terhadap gempa bumi. Selanjutnya, 5 rumah (12 %) tergolong cukup cocok, 21 rumah (60%) tergolong kurang cocok, dan 3 rumah (8 %) tergolong tidak cocok. Setelah dilakukan wawancara dengan mandor setempat, banyaknya rumah yang kurang cocok terhadap gempa bumi disebabkan oleh tidak terbangunnya beton sloof sebagai struktur bangunan bagian bawah. Kurangnya anggaran menjadi faktor penyebab utama tidak terbangunnya sloof bagi rumah tinggal sederhana. Oleh karena itu, disusun rekomendasi kepada pemerintah terkait di Kota Tidore Kepulauan untuk memberkan subsidi pembangunan rumah berupa anggaran/ bahan bangunan. Selain itu, pemerintah dapat melakukan inovasi bahan bangunan alternatif sebagai pengganti beton bertulang yang lebih murah namun cukup kuat. Kata kunci: gempa bumi, rumah, beton

Volume 15
Pages 1-9
DOI 10.21831/INERSIA.V15I2.28565
Language English
Journal None

Full Text