Jurnal Ilmiah MITSU | 2021

ANALISIS KINERJA DAN PERENCANAAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) SEPEDA MOTOR PADA SIMPANG BERSINYAL DI KOTA DENPASAR(STUDI KASUS: SIMPANG NOJA–SARASWATI)

 
 
 

Abstract


Denpasar adalah ibu Kota dari Provinsi Bali, yang merupakan pusat dari semua kegiatan dengan jumlah kepemilikan kendaraan sebanyak 33% dari total kendaraan di Provinsi Bali, dimana 82% kendaraan merupakan sepeda motor tentunya berdampak terhadap kinerja simpang bersinyal sehingga perlu disediakan fasilitas ruang henti khusus (RHK) bagi sepeda motor di persimpangan. Saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia khususnya Kota Denpasar tentunya berdampak pada berkurangnya kepadatan lalu lintas sehingga terjadi perubahan kinerja jaringan jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan disain RHK yang sesuai dengan ketentuan PUPR 2015 pada simpang bersinyal dengan harapan kinerja persimpangan menjadi lebih efektif. Dalam penentuan kinerja simpang bersinyal digunakan ketentuan sesuai Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) sedangkan untuk menentukan disain RHK digunakan Dekstop & Mobile Web Application (Kementerian PU, 2013). Hasil analisis kinerja bersinyal pada Simpang Noja–Saraswati saat terjadi pandemi Covid-19 mempunyai nilai derajat kejenuhan (DS) yang sama pada pendekat Utara, Timur, Selatan, Barat yaitu 0.740. Untuk nilai panjang antrian masing – masing pendekat yaitu pendekat Utara 60m, Timur 89m, Selatan 50m, Barat 55m. Untuk nilai tundaan pendekat Utara 20.8 det/smp, Timur 5.3 det/smp, Selatan 34.5 det/smp, Barat 13.5 det/smp. Desain RHK tipe P untuk pendekat Timur dan Kotak untuk pendekat Barat dengan lebar 2x3.5m dan panjang utama 8m, pendekat tipe P memiliki dimensi lajur 3.5m. Untuk pendekat Utara dan Selatan tidak dapat didesain RHK karena lebar pendekat tidak memenuhi syarat minimal 3.5m.

Volume None
Pages None
DOI 10.24929/ft.v9i2.1112
Language English
Journal Jurnal Ilmiah MITSU

Full Text