Archive | 2021

Prediksi Ground Vibration Menggunakan Pendekatan Peak Particle velocity Di PT Silva Andia Utama Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat

 
 
 

Abstract


Abstract. PT Silva Andia Utama is a mining business entity that mines andesite rock deposits which are then processed into raw materials for buildings, road foundations etc. PT Silva Andia Utama is located in Giriasih Village, Batujajar District, West Bandung Regency, and West Java Province. PT Silva Andia Utama is a mining company whose mining activities, especially in the excavation process, use blasting to be able to unload the minerals, where this blasting activity will cause ground vibrations. To prevent damage to buildings around the mining area due to blasting, predicting the vibrations that will be generated is one way that can be used. Knowing the relationship between the explosive charge and the distance to the increase in vibration to obtain optimal blasting results with minimal impact. The approach used to predict the resulting vibrations is using Berta s theory, Scale distance theory, and Langerfors theory. Each theory will produce different vibration predictions, then the prediction results obtained from the theoretical calculations will be compared with the vibration results obtained from the blasting gauge. From the calculation of the scale distance theory, Giorgio Berta, and Langefors and Kilhstrom obtained the smallest difference with the actual value of 1.92 mm/s so that it can be used as an estimate to determine the safe vibration standards for buildings from the location of the explosion. In SNI 7510 of 2010 the buildings around the blasting area can receive a maximum of 7 mm/s until 12 mm/s of vibrations resulting from blasting activities by the company. For this reason, companies are required to carry out blasting activities that produce a maximum vibration of less than 12 mm/s so as not to cause damage to houses around the company. The contents of the explosives, distance and vibrations are interconnected, the greater the contents of the explosives will increase the value of the vibrations generated while for the distance, the farther the value of the vibrations generated from the blasting activity will be reduced. Keywords: Blasting, Ground Vibration, Peak Particle velocity, explosives content and distance, Vibration Level Standard Criteria. Abstrak. PT Silva Andia Utama merupakan suatu badan usaha pertambangan yang menambang endapan batuan andesit yang kemudian diproses menjadi bahan baku untuk bangunan, pondasi jalan dll. Lokasi perusahaan PT Silva Andia Utama terletak di Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. PT Silva Andia Utama merupakan perusahaan pertambangan yang kegiatan penambangannya terutama pada proses galinya menggunakan kegiatan peledakan\xa0\xa0 untuk\xa0\xa0 dapat\xa0\xa0 membongkar\xa0\xa0 bahan\xa0\xa0 galiannya,\xa0\xa0 dimana\xa0\xa0 kegiatan peledakan ini akan menimbulkan getaran tanah. Untuk mencegah adanya kerusakan bangunan di sekitar area penambangan akibat peledakan maka memprediksi getaran yang akan dihasilkan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan. Mengetahui hubungan antara isian bahan peledak dan jarak terhadap peningkatan getaran untuk memperoleh hasil peledakan optimal dengan dampak minimal yang dihasilkan. Pendekatan yang digunakan untuk memprediksi getaran yang dihasilkan adalah menggunakan teori Berta, teori Scale distance, dan teori Langefors and Kihlstrom . Masing-masing teori akan menghasilkan prediksi getaran yang berbeda-beda kemudian dari hasil prediksi yang didapatkan dari hasil perhitungan teori akan dibandingkan dengan hasil getaran yang didapatkan dari alat pengukur peledakan. Dari hasil perhitungan teori scale distance, Giorgio Berta, dan Langefors and Kihlstrom didapat nilai selisih terkecil dengan aktual sebesar 1,92 mm/s sehingga dapat dijadikan perkiraan untuk menentukan standar getaran yang aman terhadap bangunan dari lokasi peledakan. Dalam SNI 7510 tahun 2010 bangunan di sekitar area peledakan tersebut maksimal dapat menerima 7 mm/s hingga 12 mm/s getaran yang dihasilkan dari kegiatan peledakan oleh perusahaan. Untuk itu perusahaan diharuskan untuk melakukan kegiatan peledakan yang menghasilkan getaran maksimal kurang dari 12 mm/s agar tidak menimbulkan kerusakan bagi rumah-rumah yang ada disekitar perusahaan. Isian bahan peledak, jarak dan getaran saling berhubungan, semakin besar isian bahan peledak akan meningkatkan nilai getaran yang dihasilkan sementara untuk jarak, semakin jauh akan memperkecil nilai getaran yang dihasilkan dari kegiatan peledakan. Kata Kunci : Peledakan, Peak Particle Velocity, Ground Vibration, Isian Bahan Peledak dan Jarak, Kriteria Baku Tingkat Getaran.

Volume 7
Pages None
DOI 10.29313/PERTAMBANGAN.V7I1.26215
Language English
Journal None

Full Text