Archive | 2019

IMPLEMENTASI METODE PEMBIASAAN SHALAT TAHAJUD DAN PUASA SENIN-KAMIS PADA PEMBENTUKAN AKHLAK KARIMAH DI SEKOLAH UNGGULAN ISLAMI (SUIS) LEUWILIANG BOGOR

 
 
 

Abstract


Program-program kegiatan sekolah yang menunjang proses pendidikan diharapkan mampu membentuk akhlak karimah peserta didik, termasuk di era globalisasi, utama yang utuh mencegah budaya-budaya buruk dari luar seperti gaya hidup hedonis, pergaulan bebas, cara berpakaian, dan mengikuti cara berfikir orang-orang barat. Lembaga pendidikan banyak melakukan terobosan-terobosan dan uji coba berbagai macam strategi dan metode untuk menciptakan suasana pendidikan yang bertujuan perbaikan akhlak peserta didik. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran akhlak peserta didik di SMA Sekolah Unggulan Islam (SUIS) Leuwiliang Bogor, bagaimana implementasi metode shalat tahajjud dan puasa Senin - Kamis, dan mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dari implementasi metode shalat tahajud dan puasa Senin-Kamis pada pembentukan akhlak karimah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif interpretatif , sedangkan pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi atau pengamatan, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian di lapangan menunjukkan bahwa secara umum peserta didik di SMA SUIS Bogor memiiki akhlak karimah atau akhlak yang baik. Sekolah SMA SUIS dalam membentuk akhlak karimah siswa mengimplementasikan metode pembiasaan shalat tahajjud, dan puasa Senin - Kamis. Dalam praktek pembiasaan tersebut sekolah tidak mewajibkan siswa untuk melaksanakannya tetapi sekolah hanya memberikan peraturan khusus berupa penekanan untuk mengikutinya. Faktor-faktor pendukung sebagai berikut: a. Memberikan ilmu dan pemahaman tentang shalat tahajud dan puasa Senin-Kamis. b. Membuat tatatertib. c. Memberikan waktu untuk tidur siang ( qoilulah ). d. Memberikan menu makanan yang spesial. e. Mengamalkan sunnah-sunnah sebelum tidur. f. Menyiapkan jam alarm. Faktor-faktor penghambat sebagai berikut: a. Belum memahami kemuliaan shalat tahajud dan puasa Senin-Kamis. b. kurang semangat dan malas. c. Tidak ada hukuman ( iqob ) d. Tidak istirahat tepat pada waktunya (tidur malam). e. Pengaruh teman.

Volume 1
Pages 130-143
DOI 10.30868/PPAI.V1I2B.419
Language English
Journal None

Full Text