Archive | 2019

Penerapan “Rute Emas” Sebagai Salah Satu Desain Math Trail Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika

 
 

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi banyak siswa yang kurang memiliki kemampuan dan kemauan belajar, sehingga belajar merupakan sesuatu yang sulit dan membosankan terutama pelajaran matematika, serta menganggap matematika adalah pelajaran yang kurang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penyebab adalah rasa kebosanan, kesulitan dan ketakutan siswa terhadap pelajaran matematika serta anggapan ketidakgunaan pelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari khususnya materi geometri dan pengukuran. Pada akhirnya melemahkan daya kreatifitas dan kemandirian siswa dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika materi keliling dan luas bangun segiempat pada siswa kelas VII A di SMP Negeri 33 Semarang dengan penerapan “Rute Emas” sebagai salah satu desain Math Trail suatu pembelajaran di luar kelas. Pada peta “Math Trail” atau setiap titik petunjuk penjelajahan siswa dapat merumuskan, mendiskusikan, dan memecahkan masalah matematika yang menarik. Kegiatan Math Trail dapat dilakukan sendirian atau berkelompok untuk saling bekerja sama untuk memecahkan permasalahan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas meliputi 4 langkah: planning, actuating, observation, dan reflecting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil tes rata-rata kelas pada siklus pertama dan kedua mengalami peningkatan dari\xa0 73,66 menjadi 75,05 serta prosentase banyaknya siswa yang mendapat nilai minimal 67 adalah 23 siswa (74,19)% menjadi 27 siswa (87,10%). Hasil tersebut menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah materi menggunakan rumus keliling dan luas segiempat dalam menyelesaikan masalah melalui penerapan “Rute EMAS” sebagai salah satu desain Math Trail suatu pembelajaran matematika. \nKata kunci: kemampuan pemecahan masalah, desain Math Trail. \n\xa0 \nABSTRACT \nThis research is motivated by many students who lack the ability and willingness to learn, so learning is something difficult and boring, especially mathematics, and considers mathematics to be a lesson that is less useful in everyday life. One of the causes is a sense of boredom, difficulties and fears of students towards mathematics and the presumption of the uselessness of mathematics in everyday life, especially geometry and measurement material. In the end it weakens the creativity and independence of students in learning. The purpose of this study was to improve the mathematical problem solving abilities of the surrounding and wide-area quadrilateral in students of class VII A in 33 State Junior High School Semarang by applying Golden Route as one of the Math Trail designs for learning outside the classroom. On the Math Trail map or each exploration point of instruction students can form, discuss, and solve interesting mathematical problems. Math Trail activities can be done alone or in groups to work together to solve problems. This research is a classroom action research covering 4 steps: planning, actuating, observation, and reflecting. The results showed that the results of the class average tests in the first and second cycles had increased from 73.66 to 75.05 and the percentage of students who received a minimum score of 67 was 23 students (74.19)% to 27 students (87.10 %). These results indicate an increase in the ability of material problem solving using the circumference formula and square area in solving problems through the application of EMAS Routes as one of the Math Trail designs in a mathematics learning. \nKeywords: problem solving, math trail design.

Volume 3
Pages 273-292
DOI 10.31331/MEDIVESVETERAN.V3I2.842
Language English
Journal None

Full Text