Archive | 2019

Kajian Pemanfaatan Mikroalga Dunaliella salina sebagai Bahan Fortifikasi Pangan dengan Pendekatan Bioekonomi Kelautan

 

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan mikroalga Dunaliella salina sebagai bahan fortifikasi pangan yang diharapkan di masa yang akan datang kecukupan pangan dan gizi masyarakat dapat terpenuhi dengan pendekatan bioekonomi kelautan. Dunaliella salina termasuk salah satu jenis fitoplankton dalam kelas Chlorophyceae (alga hijau) yang disebut flagellata hijau bersel satu (green unicellulair flagellata). D. salina dikenal sebagai mikroalga yang kaya akan sumber kandungan β-karoten alami dan nutrisi yang sangat baik sehingga dapat dimanfaatkan untuk fortifikasi bahan pangan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Trend kedepan, diprediksi bahwa Indonesia mampu memproduksi mikroalga dalam jumlah yang cukup besar, dengan biaya lebih murah, dan produk yang dihasilkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia terutama sebagai bahan fortifikasi pangan. Penggunaan teknik kultivasi pada kondisi stres dapat dimanipulasi secara khusus untuk mengoptimalkan produksi pigmen karotenoid dan kultivasi pada kondisi optimal dapat meningkatkan produksi biomasa mikroalga Dunaliella salina. Pemanfaatan mikroalga D. salina sebagai bahan fortifikasi pangan dapat diaplikasikan dalam bentuk serbuk, tablet, kapsul, minuman kaleng, permen dan bahan campuan yang ditambahkan pada makanan lainnya seperti mie instan dan komoditas utama lain untuk meningkatkan nilai gizi dalam kehidupan di masyarakat. Analisa Bioekonomi Dunaliella salina yaitu menghitung biaya produksi dan kebutuhan pakan larva ikan dengan menghasilkan 100 liter kultur Dunaliella salina menghabiskan biaya sebesar Rp.60.000 menggunakan media air laut dan pupuk formulasi.

Volume 3
Pages 100-109
DOI 10.31943/MANGIFERAEDU.V3I2.24
Language English
Journal None

Full Text