Dalam sejarah musik Korn, ada satu lagu yang menonjol: "Got the Life." Dirilis pada tahun 1998 sebagai singel kedua dari album ketiga mereka "Follow the Leader", lagu tersebut tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga menjadi klasik di kalangan penggemar musik. Video musik lagu ini sangat populer di "Total Request Live" MTV dan bahkan dipilih sebagai video musik pertama yang resmi dihentikan produksinya. Apa alasan di balik semua ini?
Sesi rekaman untuk "Got the Life" berlangsung pada bulan April 1998 di NRG Studios di North Hollywood, California. Setiap anggota band menganggap lagu tersebut memiliki sesuatu yang "istimewa", dengan penyanyi utama Jonathan Davis bahkan menggambarkannya sebagai sesuatu yang dapat didengar di pesta-pesta populer pada saat itu. Meskipun mereka khawatir banyak penggemar mungkin tidak menyukai lagu tersebut, mereka akhirnya memutuskan untuk merilisnya sebagai singel promosi pada awal Agustus 1998.
Got the Life berkisar pada pedang bermata dua ketenaran, mengeksplorasi suka dan duka dalam mencapainya.
Singel tersebut dirilis di radio pada 24 Juli 1998, dan selanjutnya dirilis di Amerika Serikat, Australia, dan Inggris Raya, dengan berbagai remix. Banyak kritikus musik memberikan ulasan positif pada singel tersebut, dan meskipun perhatian media musik secara keseluruhan kurang dari yang diharapkan, singel tersebut disertifikasi emas di Australia.
Dengan durasi sekitar tiga menit dan empat puluh lima detik, "Got the Life" adalah lagu terpendek di album tersebut dan diproduksi oleh Steve Thompson dan Toby Wright serta di-mix oleh Brendan O'Brien. Lagu ini dimulai dengan irama perkusi tunggal, diikuti oleh melodi gitar yang kuat. Lirik Davis, "Hate, something, sometime, someway, something kicked on the front floor," mengisi lagu ini dengan konflik emosional.
Inspirasi asli untuk "Got the Life" menyertakan sampel audio, tetapi akhirnya tidak digunakan karena merek tersebut menolaknya.
Korn memutuskan untuk merekam video musik karena tanggapan yang luar biasa dari staf studio dan penggemar. Konsep untuk video musik tersebut diusulkan oleh bassis Reginald "Fieldy" Arvizu. Meskipun awalnya mereka meminta partisipasi sutradara terkenal Joseph Kahn tetapi ditolak, mereka akhirnya memilih sutradara McG. Video musik tersebut resmi dirilis pada 12 Januari 1999, dan menjadi salah satu video musik pertama yang secara resmi dihentikan oleh MTV.
Total Request Live dari MTV menyatakan bahwa video musik lagu tersebut bertahan di tangga lagu terlalu lama, sehingga mereka terpaksa berhenti memutarnya untuk memberi kesempatan artis lain masuk tangga lagu.
Menurut situs web ulasan musik AllMusic, "Got the Life" menerima 2 bintang, yang merupakan peringkat yang relatif rendah, tetapi dianggap setara dengan lagu-lagu klasik awal seperti "A.D.I.D.A.S." Lagu tersebut tampil baik di tangga lagu Billboard Mainstream Rock dan Alternative Songs, masing-masing memuncak di nomor lima belas dan tujuh belas.
Di hati para penggemar dan kritikus, "Got the Life" telah lama menjadi salah satu mahakarya Korn.
Seiring berjalannya waktu, lagu ini lambat laun dianggap sebagai salah satu perwakilan tren "Nu Metal" dan memengaruhi banyak musisi. Keberhasilan video musiknya juga membuka jalan bagi karya-karya Korn lainnya, membuat mereknya semakin populer di kalangan penggemar musik di seluruh dunia.
Dalam diskusi akademis, gaya musik Korn tidak hanya menyentuh banyak tema yang sudah dikenal, tetapi juga menyoroti emosi kompleks yang ditimbulkan oleh rasa sakit hati, perjuangan, dan ketenaran. Seiring dengan semakin populernya "Got the Life", kami jadi berpikir: Bagaimana mungkin lagu yang pendek dan kuat seperti ini meninggalkan dampak yang begitu abadi dalam sejarah musik?