Dalam sejarah penelitian kanker, konsep tumor dan metastasis mereka telah berubah secara signifikan.Pada tahun 1863, ahli patologi Jerman Rudolf Virchow pertama kali mengusulkan hubungan antara peradangan dan kanker, membuka jalan bagi konsep lingkungan mikro tumor (TME).Namun, apa yang benar -benar memperkenalkan hubungan antara lingkungan mikro tumor dan metastasis kanker ke dalam diskusi ilmiah adalah teori "biji dan tanah" yang diusulkan oleh Stephen Paget pada tahun 1889. Teori ini tidak hanya menggambarkan tren metastasis sel kanker, tetapi juga menekankan hubungan kompleks antara tumor danvironment di sekitarnya.
Jika sel -sel tumor ingin bermetastasis dengan sukses, mereka harus tumbuh di lingkungan mikro kanan, seperti halnya benih membutuhkan tanah subur untuk berkecambah dan tumbuh.
Seiring berjalannya waktu, para sarjana di bidang onkologi telah memperdalam pemahaman mereka tentang teori ini.Pada tahun 1928, James Ewing menantang ide Padger, menganjurkan bahwa kemampuan sel kanker ke metastasis terutama dipengaruhi oleh faktor anatomi dan hemodinamik, dan menunjukkan bahwa sel -sel tumor lebih cenderung tetap berada di organ yang terhubung pertama, yang tidak sepenuhnya bergantung pada lingkungan jaringan di sekitarnya.Pandangan ini menunjukkan bahwa sifat atau mutasi dalam sel tumor dapat memainkan peran sentral dalam potensi metastasis mereka.
Pada tahun 1970 -an, penelitian Isaiah Fidler memperluas bidang ini lebih lanjut, dengan hipotesis komplementer yang ia usulkan yang menekankan aspek mekanis dari aliran darah dan metastasis spesifik organ tertentu.
Metastasis tumor tidak hanya gerakan fisik dengan aliran darah, tetapi juga menargetkan organ tertentu.
Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah mulai memperhatikan peran limfosit dalam lingkungan mikro tumor, dan penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas sel T dan sel B yang menerapkan tumor, serta sel-sel pembunuh alami (NK), terkait erat dengan karakteristik tumor.Sel T yang terinfiltrasi tumor ditemukan memiliki fungsi anti-tumor yang kuat, tetapi di bawah penghambatan lingkungan mikro tumor, sitotoksisitasnya tampaknya tidak mencukupi.
Pertumbuhan tumor terkait erat dengan sistem pembuluh darahnya, karena pembuluh darah memberikan tumor dengan faktor oksigen, nutrisi dan pertumbuhan.Ketika diameter tumor kurang dari 1-2 mm, oksigen dan nutrisi dapat dipasok melalui difusi pasif.Namun, ketika tumor tumbuh, bagian tengah sering menjauh dari suplai darah yang ada, yang mengakibatkan hipoksia dan pengasaman lingkungan mikro tumor.Dalam hal ini, tumor mempromosikan angiogenesis, dan proses ini terkait erat dengan tingkat keganasan tumor.
Upregulasi angiogenesis memungkinkan sel kanker untuk terus tumbuh, yang dianggap sebagai salah satu karakteristik kanker.
Sel kekebalan dalam lingkungan mikro tumor dapat dibagi menjadi promosi tumor dan penghambat tumor.Sel-sel ini, seperti sel inhibitor myelogenic dan makrofag terkait tumor, memiliki sifat yang meningkatkan pertumbuhan tumor, sementara beberapa sel kekebalan seperti sel T sitotoksik dan sel pembunuh alami dapat menghambat pertumbuhan tumor.Namun, karena pengaruh lingkungan mikro tumor, banyak sel kekebalan tubuh dengan kemampuan anti-tumor akan dihambat, memungkinkan tumor untuk tumbuh lebih jauh.
Misalnya, sel penghambatan mielogenik dapat mempengaruhi respons sel T, mempromosikan angiogenesis dan mendukung metastasis.Makrofag terkait tumor sebagian besar fenotipe M2.
Kehadiran makrofag terkait tumor terkait erat dengan prognosis yang buruk, yang pada gilirannya meningkatkan kelangsungan hidup sel tumor dengan menyediakan lingkungan mikro yang mempromosikan metastasis.
Dengan meninjau tantangan dari penemuan Wercho ke tantangan Ewing, hingga penelitian mendalam modern tentang lingkungan mikro tumor, kita dapat memahami bahwa metastasis tumor adalah proses interaksi multifaktorial, dan strategi terapi masa depan perlu untuk mempertimbangkan lingkungan biologis yang kompleks ini.Dalam komunitas medis, perlu untuk terus mengeksplorasi faktor -faktor dinamis ini dan bagaimana mereka memainkan peran dalam perkembangan tumor, sehingga mengembangkan perawatan yang lebih efektif.Apakah kita benar -benar memahami semua hubungan antara tumor dan lingkungan mikro mereka dan dapat memaksimalkan pengetahuan ini untuk meningkatkan hasil pengobatan?