Di era pencarian energi saat ini, metode ekstraksi reservoir minyak dan gas tidak diragukan lagi telah menjadi topik penting. Perbedaan antara reservoir minyak dan gas konvensional dan reservoir minyak dan gas nonkonvensional tidak hanya terletak pada karakteristik geologisnya, tetapi juga pada penerapan teknologinya. Karena permintaan energi global terus tumbuh, pemahaman tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai jenis reservoir minyak dan gas ini sangat penting untuk pengembangan sumber energi masa depan.
Reservoir minyak dan gas konvensional mengacu pada minyak dan gas yang terbentuk secara alami di lapisan sekitar 4 hingga 5 kilometer dalam. Karena lebih ringan dari air, minyak dan gas didorong oleh daya apung dan secara bertahap naik ke permukaan. Dalam kebanyakan kasus, minyak dan gas ini juga akan membentuk reservoir di bawah tanah karena hambatan geologis, dan terkadang bahkan merembes keluar secara alami di daratan atau dasar laut.
Jika reservoir memiliki porositas yang lebih tinggi, maka disebut reservoir migas konvensional.
Jika teknik ekstraksi diterapkan pada reservoir ini, reservoir migas konvensional, sesuai namanya, memiliki karakteristik yang membuat proses ekstraksi relatif sederhana, biasanya dengan membiarkan minyak dan gas mengapung secara alami ke permukaan melalui sumur. Jika perbedaan tekanan besar, minyak dan gas akan naik secara alami, dan dapat juga dibantu oleh pompa atau perangkat mekanis.
Pada awal abad ke-20, permintaan minyak meningkat drastis, sehingga mendorong industri untuk mencari teknologi guna meningkatkan efisiensi pemulihan minyak dan gas. Karena perang dan pertumbuhan ekonomi mendorong permintaan, sumber daya migas nonkonvensional baru menjadi sangat penting.
Amerika Serikat mulai beralih ke reservoir minyak dan gas nonkonvensional untuk mencapai kemandirian energi.
Reservoir minyak dan gas nonkonvensional meliputi gas yang berpusat di cekungan, gas serpih, metana lapisan batu bara (CBM), hidrat gas, pasir minyak, minyak kedap cahaya, dan serpih minyak, dll., yang sebagian besar tersebar di Amerika Utara. Meskipun sumber daya ini telah dikenal selama beberapa dekade, sumber daya ini sering kali tidak dianggap serius karena tingginya biaya ekstraksi.
Perbedaan antara cadangan konvensional dan nonkonvensional terutama terletak pada karakteristik reservoir dan sifat fisik minyak dan gas. Reservoir minyak dan gas konvensional pada dasarnya bergantung pada mekanisme daya apung, membentuk perangkap geologis yang jelas yang mudah dideteksi dan dieksploitasi. Sebaliknya, reservoir minyak dan gas nonkonvensional tersebar luas dan tidak memiliki karakteristik perangkap yang jelas, yang membuat prediksi mereka lebih berisiko dan memerlukan teknologi ekstraksi yang berbeda.
Minyak dan gas dalam reservoir nonkonvensional biasanya terikat oleh gaya kapiler yang kuat dan tidak dapat mengalir secara alami.
Oleh karena itu, ekstraksi reservoir minyak dan gas nonkonvensional memerlukan perubahan sifat fisik reservoir melalui metode seperti rekahan hidrolik (fracking) atau injeksi uap untuk memfasilitasi aliran dan ekstraksi minyak dan gas.
Baik reservoir minyak dan gas konvensional maupun nonkonvensional, keduanya menghadapi masalah emisi gas rumah kaca. Namun, ada perbedaan signifikan dalam jejak karbon keduanya. Energi yang dibutuhkan untuk reservoir minyak dan gas konvensional sebagian besar adalah energi alam, dan minyak dan gas dapat naik dengan bebas, sementara reservoir minyak dan gas nonkonvensional memerlukan energi untuk dimasukkan ke dalam tanah, baik melalui energi panas atau tekanan, yang akan menghasilkan tekanan yang lebih besar pada lingkungan dan sumber daya air.
Ekstraksi dari reservoir minyak dan gas nonkonvensional memerlukan air tawar dalam jumlah besar, yang menciptakan masalah pasokan dan pembuangan.
Selain itu, distribusi sumber daya yang meluas juga menimbulkan masalah penggunaan lahan, yang memengaruhi infrastruktur dan pembangunan ekonomi masyarakat setempat. Dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan tidak dapat dihindari, tetapi perbedaan dampak antara reservoir minyak dan gas konvensional dan nonkonvensional jelas dan dapat diprediksi.
Seiring dengan meningkatnya penekanan dunia pada energi terbarukan, bagaimana industri minyak dan gas akan memilih untuk mengembangkan berbagai jenis reservoir minyak dan gas di masa depan?