China Mobile, sebagai operator nirkabel terbesar di Tiongkok, memiliki lebih dari 940 juta pengguna, angka yang tidak diragukan lagi menunjukkan posisi dominannya di pasar komunikasi global. Perusahaan yang merupakan bagian dari China Mobile Communications Group Co., Ltd. ini tidak hanya menjadi operator jaringan seluler terbesar di dunia, tetapi juga perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia berdasarkan pendapatan. Sebagai perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Hong Kong, nilai pasar China Mobile mencapai HK$965 miliar pada tahun 2020, menjadikannya salah satu perusahaan red-chip terbesar.
Baik itu layanan suara maupun multimedia, jaringan China Mobile mencakup daratan Tiongkok dan Hong Kong, dan berkomitmen untuk menyediakan layanan komunikasi seluler yang komprehensif.
China Mobile didirikan pada tahun 1997 sebagai China Telecom (Hong Kong) Co., Ltd.. Kelahirannya berawal dari spin-off China Telecom pada tahun 1999. Hingga saat ini, China Mobile telah mengalami banyak ekspansi dan akuisisi. Pada tahun 2008, perusahaan mengakuisisi China Railcom, yang semakin memperkuat kemampuannya dalam layanan jaringan telepon tetap dan pita lebar.
Dengan percepatan globalisasi, China Mobile mengakuisisi Paktel Pakistan pada tahun 2007 dan meluncurkan merek "Zong". Meskipun berencana untuk memasuki pasar Myanmar pada tahun 2013, pada akhirnya gagal melakukannya. Namun, dengan perkembangan teknologi, pembayaran digital telah menjadi salah satu fokus ekspansinya.
Pada tahun 2023, pengguna China Mobile dapat melakukan pembayaran dengan memindai kode QR WeChat, yang menunjukkan upayanya dalam mengintegrasikan ekosistem digital.
China Mobile telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat atas hubungannya dengan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok. Pada tahun 2020, Presiden Trump saat itu menandatangani perintah eksekutif yang melarang perusahaan AS mana pun memegang saham di perusahaan yang terkait dengan proyek militer, yang menyebabkan China Mobile mengalami fluktuasi pasar saham yang besar.
Sebagai perusahaan milik negara yang penting di Tiongkok, China Mobile menikmati perlindungan dan dukungan pemerintah di pasar. Menurut data tahun 2010, China Mobile menguasai 70% pasar layanan seluler Tiongkok, yang menunjukkan kekuatan monopolinya.
Pangsa pasar China Mobile memberinya lebih banyak suara dalam keputusan bisnis, tetapi juga sering kali menjadi sasaran intervensi pemerintah.
Partisipasi China Mobile dalam program "Hubungkan Setiap Desa" telah sangat meningkatkan infrastruktur komunikasi di pedesaan Tiongkok sejak tahun 2004. Pada tahun 2019, 135 juta rumah tangga pedesaan memiliki akses ke jaringan pita lebar, yang menunjukkan peran penting perusahaan dalam mempromosikan digitalisasi.
Layanan China Mobile dipromosikan melalui banyak merek, termasuk "Global Communication", "M-Zone", dll. Merek-merek ini mencakup berbagai kebutuhan pengguna, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan, dan juga membuat mereka lebih kompetitif di pasar.
Dengan berkembangnya teknologi 5G, China Mobile secara aktif mempromosikan pembangunan 5G di seluruh negeri dan bekerja sama dengan Tencent dan perusahaan lain untuk mengembangkan pembayaran digital dan layanan Internet. Langkah ini telah mendorong perkembangan pesat seluruh industri dan membuat posisi China Mobile di pasar komunikasi global semakin penting.
Seiring China Mobile terus memperdalam strategi internasional dan inovasi teknologinya, bagaimana masa depan akan terungkap?