Dari Asam Asetat hingga Asetil: Kisah Ilmiah Apa yang Tersembunyi di Balik Sejarah Istilah Ini?

Dalam kimia organik, gugus asetil merupakan gugus fungsi penting dengan rumus kimia −COCH3 dan struktur −C(=O)−CH3. Sejarah istilah ini dimulai pada tahun 1839, ketika kimiawan Jerman Justus von Liebig pertama kali mengusulkan istilah ini. Meskipun pemahamannya salah, nama tersebut telah diwariskan hingga hari ini dan telah menjadi istilah umum dalam kimia. Salah satu konsep dasar.

"Asetil adalah gugus fungsi yang terdiri dari gugus metil (-CH3) dan gugus karbonil (C=O), dan merupakan jenis gugus asil."

Struktur gugus asetil, gugus metil yang terikat pada gugus karbonil, memberinya banyak kepentingan biologis dan kimia. Misalnya, asetil merupakan komponen dari banyak senyawa organik, termasuk asam asetat yang terkenal, neurotransmitter asetilkolin, asetil-KoA, asetilsistein, (asetilsistein) dan aspirin (asam asetilsalisilat, juga dikenal sebagai aspirin), dll.

Proses asetilasi

Proses memasukkan gugus asetil ke dalam molekul disebut asetilasi. Misalnya, reaksi konversi glisin menjadi N-asetilglisin adalah sebagai berikut: H2NCH2CO2H + (CH3CO)2O → CH3C(O)NHCH2CO2H + CH3CO2H

Selama proses ini, penambahan gugus asetil tidak hanya mengubah sifat molekul, tetapi juga memengaruhi fungsinya dalam sistem biologis.

Asetilasi dalam Biologi

Pada organisme, enzim yang melakukan asetilasi disebut asetiltransferase. Selama biosintesis, gugus asetil sering ditransfer dari asetil-KoA ke molekul organik lainnya. Asetil-KoA diproduksi selama fase kedua respirasi seluler saat piruvat ditindaklanjuti oleh piruvat dekarboksilase.

"Asetilasi memainkan peran kunci dalam modifikasi protein, yang dapat mengatur ekspresi gen."

Misalnya, asetilasi histon dapat memperluas struktur kromatin lokal, sehingga transkripsi dapat dilakukan dan memungkinkan RNA polimerase mengakses DNA. Namun, penghilangan gugus asetil memadatkan struktur kromatin lokal, sehingga transkripsi tidak dapat terjadi.

Asetilasi dalam kimia organik sintetis dan medis

Dalam kimia sintetis, ahli kimia menggunakan berbagai metode untuk melakukan asetilasi, yang paling umum adalah anhidrida asetat atau asetil klorida, sering kali dikombinasikan dengan basa amina tersier atau aromatik. untuk bereaksi. Dalam kimia medis, molekul organik terasetilasi menunjukkan peningkatan kemampuan untuk menembus sawar darah-otak, yang memungkinkan obat memasuki otak lebih cepat dan meningkatkan efeknya.

“Proses asetilasi membantu distribusi dan kemanjuran obat dalam tubuh, yang merupakan pertimbangan penting dalam desain obat modern.”

Misalnya, gugus asetil dalam aspirin secara signifikan meningkatkan efektivitas asam salisilat, agen antiinflamasi alami. Demikian pula, asetilasi mengubah morfin pereda nyeri alami menjadi heroin yang lebih kuat (diacetylmorphine). Selain itu, bukti terkini menunjukkan bahwa asetil-L-karnitin mungkin lebih efektif daripada L-karnitin untuk aplikasi tertentu.

Etimologi

Jika berbicara tentang kata "asetil", asal usulnya dapat ditelusuri kembali ke kata Latin acētum, yang berarti "cuka". Dalam ilmu kimia, nama tersebut pertama kali diperkenalkan pada tahun 1839 untuk menggambarkan ion asetat, yang diyakini Liebig sebagai ion yang nyata pada saat itu. Meskipun penelitian selanjutnya membuktikan bahwa hal itu tidak benar, nama tersebut tetap digunakan. Sejak saat itu, istilah "asetil" telah menjadi salah satu landasan kimia organik.

Kesimpulan

Sejarah dan aplikasi asetil tidak hanya mengungkap perkembangan dan evolusi ilmu kimia, tetapi juga mencerminkan kemajuan eksplorasi ilmiah yang berkelanjutan. Seiring dengan semakin mendalamnya pemahaman kita tentang gugus fungsi kecil ini, asetil akan terus memainkan peran yang sangat penting dalam banyak bidang seperti biologi dan kimia medis. Jadi, apa yang akan dilakukan sains selanjutnya untuk menggunakan asetil guna memecahkan masalah yang belum terpecahkan?

Trending Knowledge

nan
Dalam kehidupan kita sehari -hari, selera memainkan peran penting.Ini tidak hanya mempengaruhi pilihan makanan kita, tetapi juga secara langsung mempengaruhi kesehatan diet kita secara keseluruhan.Na
Kaitan rahasia antara asetilasi dan ekspresi gen: Mengapa hal ini penting bagi regulasi protein?
Asetilasi adalah proses biokimia yang secara umum dianggap sebagai mekanisme penting untuk mengatur ekspresi protein dan gen. Proses ini melibatkan penambahan gugus asetil (−COCH3) ke molekul, yang m
Transformasi Aneh Asetilasi: Bagaimana Mengubah Molekul Biasa Menjadi Obat yang Kuat?
Dalam kimia organik, asetil merujuk pada gugus fungsi dengan rumus kimia −COCH3 dan struktur −C(=O)−CH3. Asetil dikenal sebagai asetil dalam tata nama IUPAC. Struktur ini menjadikan gugus asetil sebag
Apa rahasia asetil? Mengapa molekul kecil ini memainkan peran penting dalam biologi dan kedokteran?
Kelompok asetil merupakan kelompok fungsional yang sangat penting dalam kimia organik. Rumus kimianya adalah -COCH3 dan strukturnya adalah -C(=O)-CH3. Kelompok asetil sering dilambangkan dengan simbol

Responses