Di bidang penelitian ilmiah, penelitian kuantitatif telah menjadi salah satu strategi penelitian utama dengan karakteristik pengumpulan dan analisis data.Pendekatan berbasis data ini memungkinkan para peneliti untuk melakukan investigasi dan analisis fenomena.Namun, dapatkah penelitian kuantitatif benar -benar mengungkapkan kebenaran?Atau hanya setumpuk angka?
Penelitian kuantitatif mengambil pendekatan deduktif, yang bertujuan untuk mengeksplorasi teori melalui pengujian hipotesis.Strategi penelitian ini tidak hanya digunakan dalam ilmu alam, tetapi juga di bidang -bidang seperti ilmu sosial, ekonomi dan psikologi, dan berkomitmen untuk mengungkapkan hubungan antara fenomena yang dapat diamati.
Data terukur adalah data yang ada dalam bentuk digital, termasuk statistik dan persentase.
Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk mengembangkan dan menggunakan model matematika terkait, teori dan asumsi untuk melakukan analisis mendalam dari fenomena yang diteliti.Pengukuran memainkan peran sentral dalam proses ini karena memberikan hubungan mendasar antara pengamatan empiris dan ekspresi matematika.
Keuntungan dari penelitian kuantitatif adalah bahwa ia dapat menggunakan sampel besar untuk mendapatkan data dan untuk mencapai kesimpulan dari populasi besar melalui analisis statistik.Namun, metode ini tidak berlaku dalam beberapa kasus:
Statistik banyak digunakan dalam penelitian kuantitatif, dan sangat bagus dalam analisis data dalam ekonomi dan ilmu sosial.Penelitian semacam itu biasanya dimulai dengan pengumpulan data dan didasarkan pada hipotesis atau teori.Peneliti akan memilih sampel yang sesuai dan menggunakan perangkat lunak seperti SPSS atau R untuk analisis data.
Di bidang kesehatan, para peneliti sering mengukur hubungan antara asupan makanan dan efek fisiologis yang terukur dan kontrol untuk variabel kunci lainnya.
Ada berbagai pendapat tentang peran pengukuran dalam penelitian kuantitatif.Beberapa percaya bahwa pengukuran hanyalah sarana untuk mengekspresikan pengamatan secara digital, sementara yang lain percaya bahwa pengukuran memainkan peran yang lebih penting dalam proses tersebut.
Dalam ilmu sosial, penelitian kuantitatif dan kualitatif sering dianggap sebagai dua metode yang berlawanan.Namun, dalam kebanyakan kasus, menggunakan kombinasi keduanya, seperti studi metode campuran, dapat lebih memahami fenomena yang dipelajari.
Banyak contoh penelitian kuantitatif dapat ditemukan di berbagai bidang, seperti menyelidiki persentase elemen di atmosfer Bumi, atau mempelajari rata -rata waktu tunggu pasien di ruang tunggu dokter.Data ini tidak hanya memberikan pemahaman yang objektif, tetapi juga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan lebih lanjut.
Meskipun penelitian kuantitatif memiliki tempat di banyak bidang akademik, apakah kebenaran dapat diungkapkan setiap saat masih merupakan pertanyaan yang layak dipikirkan.Apakah menurut Anda data kuantitatif dapat sepenuhnya dan benar -benar mencerminkan fenomena sosial?