Dalam lingkungan pasar yang berubah dengan cepat saat ini, perusahaan menghadapi tantangan yang semakin besar, terutama dalam hal pengembangan produk dan kualitas layanan. Konsep Quality by Design (QbD) yang diusulkan oleh Joseph Juran telah menjadi alat utama untuk mengatasi tantangan ini. Konsep desain kualitas menekankan pertimbangan kualitas sejak awal selama proses pengembangan produk untuk memastikan bahwa produk akhir dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.
Kualitas tidak hanya mengacu pada karakteristik produk, tetapi juga pada keandalan karakteristik ini dan kepuasan pelanggan.
Konsep desain kualitas Juran tidak berdiri sendiri, tetapi terkait erat dengan Trilogi Juran yang ia usulkan. Ini termasuk perencanaan kualitas, pengendalian kualitas, dan peningkatan kualitas, yang mana desain kualitas tidak diragukan lagi merupakan landasan keberhasilan. Menurut Juran, kualitas harus dapat direncanakan, dan ia berpendapat bahwa sebagian besar krisis dan masalah kualitas berasal dari perencanaan kualitas yang buruk.
Logika desain berkualitas berawal dari kebutuhan pelanggan, yang berarti bahwa perusahaan harus memahami sepenuhnya ekspektasi pelanggan sebelum melakukan inovasi produk. Proses Julan mencakup beberapa langkah utama: pertama, tentukan tujuan desain, kedua, identifikasi target pasar dan pelanggan, lalu lakukan riset permintaan, lalu rancang fitur produk dan pastikan bahwa proses produksi dapat mencapai fitur-fitur ini, dan terakhir, tetapkan kontrol proses untuk memastikan bahwa desain tersebut menjadi operasi aktual.
Aktivitas terakhir dari proses desain berkualitas adalah mengimplementasikan rencana dan mengonfirmasi keberhasilan transformasi.
Pendekatan sistematis seperti itu bukan sekadar metode desain statistik, tetapi juga memerlukan kerja sama tim profesional. Tim-tim ini harus dipimpin oleh seorang pemimpin yang bertanggung jawab atas keberhasilan keseluruhan, yang melapor langsung kepada eksekutif, dan memastikan bahwa semua anggota bekerja menuju tujuan bersama yang jelas dan terukur.
Dalam proses penerapan desain berkualitas, perusahaan sering kali menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan berbagai kebutuhan pelanggan. Karena pelanggan yang berbeda mungkin memiliki kebutuhan yang saling bertentangan untuk suatu produk, seperti biaya, kecepatan, dan fleksibilitas. Desain berkualitas bertujuan untuk menentukan dan mengoptimalkan trade-off ini melalui serangkaian alat dan metode untuk memenuhi harapan pelanggan.
Setiap peluncuran produk baru disertai dengan trade-off tertentu, dan desain berkualitas menyediakan alat untuk membuat trade-off ini eksplisit dan optimal.
Desain berkualitas juga mencakup alat modern untuk mengendalikan variasi, alat yang dirancang untuk mencegah potensi masalah sebelum terjadi. Proses ini melibatkan pengukuran dan pemahaman variasi melalui data historis, pengujian, dan pemodelan, lalu menggunakan teknik statistik standar untuk memprediksi, menganalisis, dan menghilangkan dampak variasi yang tidak diinginkan. Tidak hanya itu, desain mutu juga memerlukan evaluasi berkelanjutan atas kinerja aktual dan perbandingan dengan tujuan yang ditetapkan untuk memastikan peningkatan berkelanjutan sepanjang siklus hidup.
Dalam laporannya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menekankan pentingnya desain mutu, khususnya dalam sintesis dan pembuatan obat-obatan. Inti dari desain mutu adalah bahwa mutu harus dibangun atas dasar pemahaman penuh tentang produk dan proses pembuatannya, serta cara untuk memasukkan mutu ke dalam desain. Hal ini menandai perubahan signifikan dari pendekatan "kualitas pascadesain" sejak tahun 1990-an.
Selain di Amerika Serikat, konferensi internasional seperti Konferensi Internasional tentang Harmonisasi Persyaratan Teknis untuk Registrasi Farmasi (ICH) juga telah memainkan peran penting dalam memajukan tujuan desain mutu. ICH menyediakan seperangkat pedoman terpadu untuk membantu produsen mengintegrasikan desain mutu ke dalam operasi mereka. Rangkaian pedoman ini mencakup segala hal mulai dari pengembangan formulasi obat hingga sistem mutu farmasi, yang menunjukkan upaya peningkatan mutu melalui desain secara global.
Seiring dengan semakin banyaknya tantangan yang dihadapi industri manufaktur saat ini, dapatkah konsep desain mutu Joseph Juran menjadi kunci keberhasilan perusahaan di masa mendatang?